Social Sciences & Psychology

Social Sciences & Psychology

HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN KONFORMITAS YANG MENGGUNAKAN BRACHES (KAWAT GIGI) PADA REMAJA

Pages: 8  ,  Volume: 13  ,  Issue: 1 , September   2018
Received: 04 Oct 2018  ,  Published: 07 October 2018
Views: 51  ,  Download: 0

Authors

# Author Name
1 LINA HANDAYANI

Abstract

In the past people felt ashamed to wear braces because braces are strange, but different today. Braces like trends or lifestyle of some people. For some people, using braces is an unpleasant thing, because it tortures the mouth with foreign objects such as wire. Unlike the case with someone who uses on the basis of pleasure and on the basis of consideration of aesthetic values ??only, so that not a few people use even though they do not need it. This study aims to look at the relationship between self-concept and conformity using Braches (braces) in adolescents. This research is a quantitative research using Alpha Cronbach technique. Subjects in this study were male and female adolescents aged 14-17 years who used braces with a fixing place in a dental artisan. This study involved 100 respondents with 28 male teenagers and 72 female teenagers. With reliability conformity of 0.835 and self-concept reliability of 0.960. The analysis used to test this research hypothesis is by doing motede calculations using Pearson Product Moment with the help of SPSS version 22.0. the results of the data get a linear result of F = 0.4024 with a significance level of 0.023 (p≤ 0.05). Based on these results, this research hypothesis is accepted. Which means that there is a relationship between self-concept and group conformity using braches in adolescents.

Keywords

  • RELATIONSHIP BETWEEN SELF CONCEPT WITH CONFORMITY USING BRACHES (DENTAL WIRE) IN ADOLESCENTS
  • References

    Ana, L. K. (2013). Jangan pakai kawat gigi karena alasan gaya. health.kompas.com/read/2013/03/19/09104399/Jangan.Pakai.Kawat.Gigi.karena.Alasan.Gaya. (diunduh pada 4 november 2014).

    Anastasi, A. & Urbina, S. (2007). Tes psikologi: Psychological testing (Edisi ketujuh). Jakarta: PT. Indeks.

    Andriani, M., & Ni’matuzahroh. (2013). Konsep diri dengan konformitas pada  komunitas hijabers. Jurnal: psikologi universitas muhammadiyah malang. 1(1) 2301-2304.

    Atwater, E., dan Duffy, K., G. (1999). Psychology for living: Adjustment, growth, and behavior today (6th edition). New Jersey: Pretice-Hall., Inc.

    Azwar, S. (1996). Tes prestasi: fungsi dan pengembangan pengukuran prestasi belajar  (edisi dua). Yogyakarta: Pustaka Belajar.

    Azwar , S. (2008). Tes Prestasi: Fungsi dan pengembangan pengukuran prestasi belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

     

    Baron, R., A., Byrne, D. (2003). Psikologi sosial (Edisi kesepuluh). Alih bahasa: Djuwita. Yogyakarta: Erlangga.

    Berzonsky, M,. D. (1991). Adolesecent development. New York: Mc Milan.

    Calhoun, F., & Acocella, J. R. (1990). Psikologi tentang penyesuaian hubungan kemanusiaan (edisi ketiga). Semarang: Ikip Semarang Press.

    Chaplin, C., P. (2002). Kamus lengkap psikologi. Terjemahan: Kartini, K. Jakarta: Erlangga.

    Coleman, J. C. (1984). Abnormal psychology and modern life. Illionis: Scott, Foresman and Company.

    Conger, J. J. (1977). Adolescent and youth. New York: Harper and Row Publisher Inc.

    Evriyani, R. W. (2013). Hubungan antara konformitas pada kelompok sebaya dengan perilaku merokok siswa kelas XI mesin otomotif SMK Islam sudirman ungaran. Skripsi. Salatiga: Universitas Kristen Satya Wacana.

    Feist, J., Feist, G. G. (2010). Teori kepribadian (Edisi tujuh). Jakarta: Salemba Humanika.

    Ghufron, M. N., & Risnawita, R. (2011). Teori-teori psikologi. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

    Grinder, R. E. (1978). Adolescence: adolescence. London: Foresman and Company.

    Hardy, M., & Hayes, S. (1988). Pengantar Psikologi (edisi kedua). Jakarta: Erlangga.

    Hongini, S. Y., & Aditiawarman, M. (2012). Kesehatan Gigi dan Mulut: buku lanjutan dental terminology. Bandung: Pusaka Reka Cipta.

    Hurlock, E., B. (1973). Adolescent development. Kogakusha: McGraw-Hill Companies Inc.

    Hurlock, E., B. (1980). Development psychology: A life-span approach, fifth edition. McGraw-Hill companies Inc.

    Hurlock, E., B. (2012). Psikologi perkembangan.Jakarta: Erlangga.

    Idrus, M. (2009). Metode penelitian ilmu sosial: pendekatan kualitatif dan kuantitatif (Edisi revisi). Jakarta: Erlangga.

                                      

    Lelouchs. (2010). Berbehel?ops nanti dulu, pertimbangkan hal-hal berikut. www.kaskus.co.id/post/54585cb6148b46650a8b456e#post54585cb6148b46650a8b456e. (diunduh pada 4 November 2014).

     

    Moonks, F. J. Knoers, A. M. P. & Haditono, S. R. (1999). Psikologi perkembangan pengantar dalam berbagai bagiannya. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.

     

    Novianti, N. (2011). Fenomena si kawat gigi: kesehatan dan sekedar gaya-gayaan. http://lifestyle.kompasiana.com/urban/2011/05/19/fenomena-si-kawat-gigi-kesehatan-dan-sekedar-gaya-gayaan-364301.html (diunduh pada 04 Juni 2014).

    Papalia, D. E. Olds, S. W. Feldman, R.  D. (2009). Human development (eleventh edition). McGraww-Hill Inc.

    Permata, S., R., N. (2009). Persepsi tentang body image ditinjau dari konsep diri. Skripsi. Semarang: Universitas Katolik Soegijaprana.

    Pratiwi, R., A. (2009). Hubungan antara konsep diri dan konformitas dengan perilaku merokok pada remaja. Skripsi. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

    Riyanti, B. P. D., Prabowo, H., & Puspitawati, I. (1996). Psikologi umum I. Jakarta: Gunadarma.

     

    Santrock. (2003). Adolescence: Perkembangan remaja. Jakarta: Erlangga.

    Sarwono, S., W. (1984). Teori-teori psikologi sosial. Jakarta: Rajawali.

    Sarwono, S., W. (2001). Psikologi sosial: Psikologi kelompok dan psikologi terapan. Jakarta: Balai Pustaka.

    Sarwono, S., W., dan Meinarno, E., A. (2011). Psikologi sosial. Jakarta: Salemba Humanika.

    Sears, D,.O., Freedman, J.L,. & Peplau, L., A. (1985). Social psychology (5thedition). Alih bahasa: Michael Adryanto. Jakarta: Erlangga.

    Steinberg, L. (2002). Adolescence (6th ed). New York: Mc-Grew Hill inc.

    Sukmawati, Siswati, & Masykur, A., M,. (2008). Konsep diri dengan konformitas terhadap kelompok teman sebaya pada aktivitas clubbing.Jurnal: Psikologi Universitas Diponegoro. Vol.8, No.1, 16-18.

    Sunarto, K. (2004). Pengantar psikologi (Edisi revisi). Jakarta: Universitas Indonesia.

    Wade, C. & Tavris, C. (2007). Psikologi: Edisi kesembilan (jilid 1). Yogyakarta: Erlangga.

    Wiggins, J., A. (1994). Social psychology 5th edition. San Fransisco: Mc Graww-Hill Inc.

    Wita. (2012). Manfaat memakai kawat gigi mencegah penyakit dari gigi hingga jantung. www.ms-room.com/index.php/topic,5275.0/judule,manfaat-memakai-kawat-gigi-mencegah-penyakit-dari-gigi-hingga-jantung.html. (diunduh pada 4 November 2014).V